Sejarah dunia akan mencatat momen paling dinanti oleh umat Katolik di dunia, yaitu konklaf pemilihan Paus baru. Pada tanggal 7 Mei 2025 lalu, momen tersebut telah terselenggarakan dan Paus baru sudah terpilih yaitu Paus Leo XIV.
Walaupun event konklaf sudah lewat, masih ada beberapa fakta menarik yang sayang untuk terlewatkan. Mari kita simak pembahasannya bersama-sama berikut ini!
Sejarah Dunia Soal Konklaf Pemilihan Paus Baru

Konklaf merupakan proses pemilihan paus yang dilakukan oleh para kardinal Katolik. Proses ini dilakukan apabila paus sebelumnya mengundurkan diri atau meninggal.
Konklaf atau conclave berasal dari bahasa Latin yang artinya “dengan kunci”. Berikut fakta menarik sejarah konklaf yang pernah terselenggara, antara lain:
-
Paus Non-Eropa Terpilih Pertama Kali
Sebelumnya, paus yang berasal dari Italia monopoli tahta kepausan sejak 1523. Hingga pada akhirnya pada 1978, Yohanes Paulus II asal Polandia memecahkan rekor dominasi tersebut.
Pada tahun 2013, rekor baru terbentuk yaitu paus non-Eropa terpilih pertama kali yaitu Paus Fransiskus yang berasal dari Argentina. Hal ini penting sebagai cermin perubahan demografis umat Katolik di seluruh dunia.
-
Konklaf Tidak Selalu di Roma
Jika Anda berpikir bahwa konklaf selalu diselenggarakan di Roma, maka keliru. Pasalnya, pada tahun 1799-1800 yang saat itu terdapat invasi Prancis dan penahanan Paus Pius VI, para kardinal melakukan konklaf di Venesia bawah.
Tapi, setelah invasi selesai hingga sekarang, konklaf dilakukan di Kapel Sistina, Vatikan. Karena kapel ini telah menjadi bagian dari sejarah dunia sebagai tempat konklaf dari sejak tahun 1878.
-
Paus Tak Selalu Seorang Kardinal
Fakta konklaf pemilihan paus baru secara teknis adalah seorang kardinal yang di-vote untuk naik tahta sebagai paus. Namun, pada tahun 1378, ada paus yang dipilih dan beliau bukanlah seorang kardinal. Paus tersebut adalah Urbanus VI.
Walaupun jarang terjadi, sebenarnya syarat teknis menjadi paus adalah siapa saja pria Katolik yang sudah dibaptis. Namun pada prakteknya dalam sejarah dunia, hanya para kardinal yang dipertimbangkan untuk menjabat sebagai paus.
-
Arti Asap Hitam dan Putih
Setiap pemilihan paus baru, konklaf sangat tertutup dari dunia luar. Pintu-pintu akan tertutup rapat dan hanya ada simbol asap putih atau hitam sebagai penanda paus sudah terpilih atau belum.
Tercatat pada sejarah dunia, kardinal yang melakukan voting tertulis harus mencapai 2/3 suara, maka asap hitam akan mengepul dari atas Kapel Sistina. Sebaliknya, asap putih menandakan bahwa paus baru telah terpilih.
-
Usia Kardinal yang Wajib Voting
Ada usia khusus para kardinal yang wajib ikut voting paus baru berdasarkan aturan sejak tahun 1970. Para kardinal yang diperbolehkan melakukan voting dan memiliki hak suara adalah kardinal yang berusia di bawah 80 tahun.
Namun, para kardinal yang sudah berusia tua masih diperbolehkan ikut hadir dalam pertemuan pra konklaf. Fakta sejarah dunia tentang konklaf ini menarik sekali, bukan?
-
Kardinal Amerika Dulu Sulit Hadir
Dulu, kardinal yang berasal dari Amerika Serikat sulit untuk hadir karena keterbatasan transportasi dan jarak. Tidak jarang kardinal Amerika Serikat terlambat dalam pertemuan konklaf.
Bahkan, fakta kardinal William O’Connell pernah berlari sepanjang jalanan Roma untuk mengejar akhir pemilihan, namun tetap terlambat. Akibat peristiwa ini, ada penambahan masa tunggu konklaf hingga 15-20 hari pasca paus sebelumnya wafat.
Itulah fakta menarik tentang konklaf pemilihan paus baru yang pernah tercatat oleh sejarah dunia. Sekarang, paus baru sudah terpilih dan menjadi pemimpin umat Katolik di seluruh dunia. Semoga damai bersama selalu!


