Perang Dunia I dan Perang Dunia II merupakan dua peristiwa besar di dunia yang hingga saat ini masih menyisakan berbagai cerita. Salah satunya mereka yang turun ke medan perang.
Pada saat itu memang banyak laki-laki yang turut berperang. Namun peran perempuan juga memiliki perannya sendiri dalam Perang Dunia I maupun Perang Dunia II. Siapa sajakah para perempuan tersebut dan apa peran mereka?
Perempuan-Perempuan di Medan Perang Dunia I

Peran perempuan dalam Perang Dunia seolah tak terlihat padahal mereka sama pentingnya dan harus diketahui melalui sejarah sekolah. Berikut tokoh-tokoh perempuan yang ikut turun ke medan Perang Dunia I.
1. Hertha Ayrton
Ia adalah seorang ilmuwan dari Inggris. Ayrton menggunakan penemuannya yakni gelombang dan riak untuk membuat benda yang mampu menghilangkan gas dan racun di parit. Benda tersebut adalah kipas.
2. Dorothy Lawrence
Tokoh perempuan kedua yang terlibat di Perang Dunia 1 adalah Dorothy Lawrence. Ia calon jurnalis yang nekat menyusup sekaligus menyamar menjadi prajurit laki-laki Inggris.
Aksinya tersebut demi ia bisa mendapatkan berita. Penyamaran tersebut berlangsung pada tahun 1915 dan menyandang nama Denis Smith.
Dalam penyamaran tersebut dia ditugaskan sebagai pemasang ranjau. Namun paparan kondisi yang keras di medan perang, membuatnya sakit.
Dorothy kemudian membongkar penyamarannya langsung ke otoritas Inggris. Akhirnya ia dipulangkan dan dilarang menerbitkan apapun yang dia alami selama menyamar di medan perang.
3. Mary Borden
Perempuan tangguh ini mendanai dibangunnya rumah sakit yang terletak di garis depan. Rumah sakit tersebut kemudian merawat banyak tentara. Pada enam minggu awal, ada sekitar 25 ribu tentara yang mengalami luka-luka.
Tidak hanya pada Perang Dunia 1, Mary Borden juga melanjutkan tugas tersebut ketika Perang Dunia II. Borden melakukan pengaturan dan pendanaan ambulans. Dari perannya tersebut, ia bisa menyelamatkan nyawa.
4. Edith Cavell
Cavell merupakan seorang perawat. Ia berkebangsaan Inggris. Selama perang ia bertugas di Belgia dan dengan sigap merawat orang-orang yang mengalami luka. Bantuan tersebut tanpa pandang bulu.
Namun Edith Cavell ditangkap karena dituduh telah melakukan pelanggaran terkait hukum militer Jerman pada 1915.
Tuduhan tersebut berasal dari tindakannya yang membantu banyak tentara untuk kabur dari medan perang. Edith kemudian mengaku dan dihukum mati karena ia dianggap berkhianat.
Perempuan-Perempuan di Medan Perang Dunia II
Pada Perang Dunia II juga terdapat banyak perempuan yang terlibat. Mereka adalah:
1. Jane Kendeigh
Tokoh perempuan satu ini merupakan perawat penerbangan. Bersama rekan-rekan perawat penerbangan lainnya, Jane Kendeigh melakukan evakuasi terhadap 2.393 marinir dan juga pelaut dari pulau di Jepang bernama Iwo Jima.
Mereka merawat ketika dalam proses memindahkan pasien ke rumah sakit.
2. Nancy Wake
Ia menjadi seorang mata-mata Perancis dan merawat 200 pilot sekutu bersama dengan suaminya. Ia juga membantu mereka untuk kembali ke Inggris.
Nazi sempat menawarkan uang 5 juta franc bagi siapa saja yang bisa menangkap Nancy. Namun ia terlalu lihai sampai mendapatkan julukan “Tikus Putih”. Ia kemudian tertangkap pada 1943, disiksa 4 hari, dan dibawa ke London.
Nancy tidak kapok, dia kembali ke Prancis dan menjadi mata-mata sekutu sampai perang selesai.
3. Nancy Harkness Love
Seorang pilot perempuan pertama di AAF dan merupakan seorang pendiri serta komandan dari WAFS Perang Dunia II.
Ia bertugas mengangkut pesawat dan juga pasokan yang berasal dari pabrik ke wilayah pangkalan udara.
4. Susan Traves
Ia lahir dari keluarga kaya dan sangat peduli dengan manusia. Ketika Perang Dunia II pecah, ia bergabung ke Palang Merah Perancis. Ia bertugas sebagai perawat.
Di Finlandia, ia sempat menjadi seorang supir ambulans. Susan Traves memutuskan pindah ke Inggris setelah Jerman mengambil alih Norwegia.
Masih banyak sekali tokoh-tokoh perempuan dalam Perang Duniai I maupun Perang Dunia II. Sebagai generasi muda, tidak ada salahnya untuk memahami tokoh sejarah masa lalu yang turut membentuk dunia saat ini.


