Bagi Anda yang baru bisa mengendarai mobil dan sudah mendapatkan SIM, mungkin masih merasa was-was ketika harus turun langsung ke jalan.
Tidak perlu khawatir, dalam artikel ini Anda akan mendapatkan informasi mengenai tips berkendara aman untuk pemula.

1. Mengenali Mobil yang Akan Dikendarai
Tips berkendara aman yang pertama adalah dengan mengenali mobil yang akan Anda gunakan. Caranya dengan memahami setiap fungsi dari komponen mobil.
Misalnya, mengenai perseneling. Anda perlu tahu kapan waktu yang pas untuk memakai gigi di posisi tertentu.
Mari mengambil satu contoh situasi, yakni ketika Anda harus menanjak. Maka Anda bisa memakai gigi rendah. Sementara kalau Anda ingin memacu mobil dengan kecepatan yang tinggi, maka jangan memakai gigi yang rendah.
2. Paham Berbagai Rambu Lalu Lintas dan Mematuhinya
Tips berkendara aman selanjutnya dan wajib Anda pahami adalah mengetahui berbagai makna rambu lalu lintas dan mematuhinya.
Rambu lalu lintas ini berfungsi sebagai pengatur kelancaran dalam berkendara dan juga menjamin keselamatan para pengguna jalan.
Tahukah Anda bahwa berdasarkan laporan Korlantas Polri, 30% kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh tidak patuhnya pengendara pada rambu lalu lintas. Maka dari itu penting untuk mematuhi rambu lalu lintas.
3. Yakinkan Diri, Jangan Takut
Jika Anda sudah paham mobil dan rambu lalu lintas, tetapi masih ada perasaan takut maka akan menjadi tantangan Anda untuk turun ke jalan.
Padahal ketenangan dan kepercayaan diri itu amat penting untuk menghadapi berbagai situasi di jalan raya.
Untuk menenangkan diri, Anda bisa mengingat bahwa dulu semua pengemudi yang sudah mahir juga pernah mengalami momen “pertama kali”.
Jadi, coba kendalikan rasa ragu dan percayakan kemampuan Anda dengan mengandalkan keterampilan yang telah Anda pelajari.
4. Menjaga Jarak dengan Pengendara Lain
Menjaga jarak menjadi tips berkendara aman yang juga wajib untuk Anda lakukan. Tujuannya agar risiko terjadinya kecelakaan berkurang dan mengantisipasi adanya momen rem mendadak.
Untuk jarak aman antar kendaraan sendiri adalah sekitar 3 detik dari waktu tempuhnya mobil.
Angka tersebut tidak sembarangan. Tiga detik merupakan waktu yang dibutuhkan untuk proses rem dengan keamanan. Cara menentukannya bisa seperti ini:
- Pilihlah objek tidak bergerak yang terletak di area pinggir jalan. Misalnya pohon atau tiang.
- Setelah mobil depan sudah melewati objek yang Anda pilih, maka Anda bisa mulai menghitung 1001, 1002, 1003
- Apabila Anda melewati objek yang Anda pilih sebelum selesai menghitung, maka artinya Anda terlalu dekat
Selain itu, Anda juga dapat memperkirakan jarak aman antar kendaraan dengan menggunakan kecepatan mobil Anda sebagai patokan.
Misalnya Anda berkendara dengan kecepatan 30 kilometer per jam, maka jarak minimumnya 15 meter dan jarak aman 30 meter. .
5. Memanfaatkan Spion
Spion berfungsi sebagai pemantau kondisi sekitar jalan raya. Untuk memaksimalkan fungsi tersebut, Anda bisa melakukan cek spion minimal 5-8 detik sekali ketika berkendara.
Kemudian Anda harus memastikan bahwa semua spion telah sesuai sudut pandang pengemudi. Ketika berpindah jalur, jangan mengandalkan spion saja tapi juga menoleh dengan cepat untuk melakukan pengecekan titik buta atau blind spot.
6. Mengantisipasi Jalanan yang Padat
Karena jalanan di Indonesia cukup padat, maka Anda harus peka terhadap berbagai situasi.
Untuk mengantisipasinya, Anda bisa mengurangi kecepatan dan memposisikan kaki dekat rem. Kemudian jangan hanya fokus pada satu titik. Anda perlu menggunakan pandangan secara menyeluruh.
Perhatikan juga perilaku berbagai kendaraan di sekitar Anda misalnya motor dan angkutan umum.
Terus latih diri Anda untuk turun ke jalan dengan menerapkan tips berkendara aman untuk pemula tersebut.
Karena berdasarkan Jakarta Defensive Driving Consulting, pengemudi yang baru saja mendapatkan SIM harus belajar mengemudi 90 hari. Belajarnya berturut-turut ya agar beradaptasi dengan kondisi jalan.


